Monday, October 30, 2017

The Legend Of Hercules (2014)

The Legend Of Hercules (2014)
Sutradara                     Renny Harlin
Penulis                         Sean Hood, Daniel Giat
Pemain                         Kellan Lutz, Scott Adkins
Durasi                          1 Jam 39 Menit
Rilis                             10 Januari 2014
Budget                         $ 70.000.000
Worldwide Gross        $ 61.279.452                            
Subtitle Rilis               5 Februari 20114
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle CAMRip
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer

---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Semalam habis nonton di bioskop,
Lalu garap subs inih...
Saatnya berangkat blusukan !!

Untuk versi CAMnyah, ada dua adegan perkataan yg terpotong, totalnya yg di potong, yah sekitar 10 detik doank…
Adegan saat Iphicles meminta maaf ke Amphitryon
- Maafkan aku, Ayah.
- Aku tak mau kau meminta maaf.
Dan terakhir, perkataan saat Hercules diyakinkan oleh “Peramal”
“Kau belum siap untuknya saat itu.”

The Legend Of Hercules yang dibintangi aktor Twilight Kellan Lutz ini dengan sukses masuk ke dalam 3 film jebot yang pernah gueh tonton di bioskop. Lainnya adalah Skyline, dimana gueh tetep kagum sama budget minimalisnya namun mampu memberi efek visual yang memukau (masih teringat akan bling2 birunya yang menghinoptis) dan mampu membuatku begadang dari jam 12 malem sampe jam 4 subuh buat bikin subsnya (sayang subsnya agak ngaco, masih subs awal2, mana ga ada subs linggisnya --- termasuk subs tercepat + hearing yg gue garap).

Kedua, The Darkest Hour, sebenarnya udah tahu film ini jelek, lebih jelek dari Skyline walau budget 3x lebih gede. Namun, karena nganggur, ga ada kerjaan, akhirnya memutuskan nonton film ini di bioskop. Dan, hell yeah, bioskopnya sepiiii dari penonton. Yeah lagi, gara2 nonton di bioskop, bisa cepat garap subsnya.

Kembali ke Hercules, awalnya kukira film ini akan tayang serempak di Indonesia seperti di Amrik sanah. Kebetulan juga saat tangal itu sedang keluar kota, mungkin malemnya bisa nonton pelem inih. Nyatanya, eh, filmnya di-undur sampe akhir Januari. Sebenarnya film ini potensial banget untuk sukses dan menghibur. Sayangnya, film yang ingin menjadi film aksi popcorn ini malah nyungsep dengan sukses menjadi film yang menyebalkan.

Akting para pemainnya, jelek bangettt, hanya Scott Adkins yang aktingnya paling meyakinkan. Kellan Lutz totalitasnya hanya pada tubuhnya doank yg rajin nge-gym, jadi sebelum syuting, dia melakukan push-up dan sit-up supaya tampil lebih kece di pelem (akting tetep ga ada perubahan, tetep kaku). CGInya, kadang meyakinkan, tapi lebih banyak tidak meyakinkannya. Banyak adegan kentara banget CGInya, namun tidak berakhir menyedihkan seperti CGI shitnetron naga indocial.

Naskahnya amburadul (ga perlu dikomentari). Editingnya, buruk rupaaa, banyak adegan yang seharusnya di shoot panjang, eh, hanya seperkian detik, lalu pindah sudut pandang lagi dan naasnya, pemilihan sudut pandang kameranya juga mengerikan. Peralihan dari satu scene, ke scene lain, jomplanggg banget, ngeditnya sambil mabok kali. Adegan slow motion ala 300, dalam beberapa adegan efektif, tapi dalam adegan lainnya terkesan memaksa. Dan yg paling mengganggu, sound editingnya, mungkin niatnya ingin memberi kesan suara waaahhhh, dan berakhir dengan sedari awal sampe akhir pelem ada suara mendengung dan menderu menyebalkan, bahkan di saat seharusnya adegan tenang (bahkan suara dialog pemainnya sampai kalah dengan suara efek alay inih) !!

Finally, mengapa gueh nonton film ini di bioskop ? Kembali lagi ke awal, karena sedang ga ada kerjaan, pengen hiburan dan emang sedang pengen nonton film2 gejes, jugaaa, taraaa, subsnya kelar deh

Tapi sayah tetep yakin, Paranormal Activity Marked One lebih gejes dari pelem inih !!
Dan terbukti, film PA:MO bener2 gejes, astagaaahhhhhh

---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment