Friday, December 15, 2017

Beyond Skyline (2017)

Beyond Skyline (2017)

Sutradara                     Liam O'Donnell
Penulis                         Liam O'Donnell
Pemain                         Iko Uwais, Yayan Ruhian
Durasi                          1 Jam 45 Menit
Rilis                             1 November 2017
Budget                         $ 20.000.000
Worldwide Gross        $ 376.297                           
Subtitle Rilis               15 November 2017

---------------------------------------------------------------------
Subtitle
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer

---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Melanjutkan kisah Skyline (2010). Frank Grillo berusaha menyelamatkan puteranya yang diculik pesawat alien bling-bling biru. Dalam perjalanan ini, dia menemukan seorang bayi yang akan membawa harapan kepada umat manusia. Bersama sekelompok penyelundup narkoba di Laos (aslinya sih Yogyakarta), mereka bertempur melawan alien di Candi Prambanan dan Candi Sewu.

Seperti janji Strause Brothers, film Skyline akan dibagi ke dalam dua film alias Dwilogi. Film pertama yang endingnya kentang banget, membuat banyak penonton penasaran. Akhirnya, setelah tujuh tahun berlalu, para penggemar dapat menyaksikan akhir perjalanan manusia melawan alien bling-bling biru.

Di film ini, naskah dan sutradara dipegang oleh Liam O'Donnell sementara Strause Brothers hanya memegang kendali sebagai produser. Waktu tujuh tahun ini diperlukan karena mereka terkendala dana, meski Skyline sebenarnya untung besar dengan total keuntungan $ 66.821.036 dan dana yang dikeluarkan sebesar $ 10.000.000 Mungkin perseteruan antara Strause Brothers dengan Columbia Pictures merupakan salah satu penyebabnya. Columbia menuduh Strause Brothers mencuri ide film mereka, Battle Los Angeles (2011) dimana Strause Brothers bekerja di divisi CGI. Memang kedua film tersebut memiliki tema yang sama, perang melawan Alien di Los Angeles. Masalahnya, tema seperti itu sudah umum banget di zaman seperti sekarang.

Skyline secara cerita begitu lemah dengan naskah dangkal. Bisa dilihat, kasting aktor yang tak terkenal, dana mereka tersedot untuk efek visual yang sangat mewah, setara film blockbuster studio besar Hollywood. Hanya itulah nilai plus di film itu, nilai plus yang membuat orang jatuh cinta dengan efek bling-bling birunya, termasuk saya. Skyline bisa dibilang tonggak awal saya menekuni dunia subber gratisan. Filmnya sempat saya tonton di bioskop dan dalam jangka waktu seminggu kemudian muncul versi R6 dan DVDRip. Agak kerepotan bikinnya karena menggunakan metode hearing, menerjemahkan langsung dari videonya. Hasilnya, empat jam kelar dengan meraba-raba disana-sini, apalagi masih newbie, beneran timing satu line ajah ga becus, susah bener.

Kembali ke Beyond Skyline, kali ini sebagai fans setia (ciee…) saya bela-belaiin nonton di bioskop. Apalagi, ada jajaran pemain laga top Indonesia, Iko Uwais dan Yayan Ruhian ditambah setingnya di Candi Prambanan dan Candi Sewu. Dari segi cerita, ya ampunnn, naskahnya cetek banget, saya lho dibayar murah bikin naskahnya mau banget, setidaknya bisa lebih baik daripada naskah di film ini (merasa yakin, terlalu pede). Sebenarnya ada potensi besar di film ini, lebih fokus ke cerita dengan meminimalisir CGI, seperti 10 CloverfieldLine (2016) yang cerita keren dan dana minimalis.

Adegan aksi di film ini, top banget, siapa dulu koreografernya, Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Efek visual masih memukau, tapi ada penurunan, kurang bling-bling dibanding film sebelumnya. CGI difokuskan di adegan pertarungan final di Candi Prambanan dan Candi Sewu. Aslinya kedua candi itu berjarak satu kilometer dan masih dalam satu pagar Wisata Prambanan-Sewu-Ratu Boko. Paling suka ke Candi Sewu, setelah pagi dikit, Candi Prambanan dijejali orang. Candi Sewu lebih sepi, lebih tenang, bisa foto alay sepuasnya, hahahaha. Kalo pengen masuk gratis gampang, tinggal lompat pagar atau lewat di belakang dengan tampilan seadanya seperti warga lokal, dijamin gratis, rekomendasi dari pak polisi juga, hahahaha lagi.

Efek perang di Candi terlalu maksa, terlalu bertele-tele, dan efeknya terlalu kentara saat memasuki pagi hari. Seharusnya tetap perang di malam hari, jadi ga terlalu kentara. Overall, yang paling mengecewakan adalah subtitle resmi di bioskopnya. Gila ajah, udah bayar mahal-mahal, subtitlenya semi GT, google translate. Ga jelas banget, malah lebih enak dengerin audio inggrisnya. Itu juga subs inggrisnya lupa dihapus, jadinya numpuk sama subs Indonesia. Saking keselnya, eh, di ending ga ditulis siapa penerjemahnya, mungkin bayarannya dikit. Ngeselin banget pokoknya. Itu merupakan subtitle terburuk kedua di bioskop yang gue tahu setelah Taken 2 (2012)


Rate pribadi
6/10


---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment