Thursday, December 7, 2017

Mother! (2017)

Mother! (2017)
Sutradara                     Darren Aronofsky
Penulis                         Darren Aronofsky
Pemain                        Jennifer Lawrence, Javier Bardem
Durasi                          2 Jam 1 Menit
Rilis                             15 September 2017
Budget                         $ 30.000.000
Worldwide Gross        $ 44.516.999
Subtitle Rilis               7 Desember 2017
Rekues Berbayar      Falah Bagaskara
P A Y    P E R    R E Q U E S T
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer
---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Sebuah rumah kayu. Diantara sabana luas. Dikelilingi pepohonan perdu. Sepasang suami-istri. Seorang penyair dan istri setianya. Kehidupan surgawi mereka berubah, ketika tamu tak diundang datang. Sepasang kekasih dipenghujung senja. Rahasia demi rahasia. Dalam ketulusannya, sang Ibu harus terjebak dalam situasi mengerikan… Neraka yang turun ke dalam rumahnya.

Inilah karya baru sutradara kenamaan, Darren Aronofsky. Sutradara kenamaan ini memiliki banyak karya fenomenal, mulai dari Pi, Requiem for a Dream, The Fountain, The Wrestler, Black Swan, Noah dan yang terakhir, Mother! Kebanyakan film yang dibesutnya sudah jadi langganan OSCAR dan menyabet banyak penghargaan bergengsi lainnya. Saat melihat trailernya, tentu saja membuat penasaran. Apa yang dialami sepasang suami-istri dalam rumahnya yang tenang? Apa yang dibuat tamu tersebut hingga sang Ibu harus mengalami siksaan batin dan jasmani?

Semuanya berawal saat Falah Bagaskara REKUES BERBAYAR Subs ini. Timing yang ada belepotan, harus diperbaiki sana-sini. Dan akhirnya jadi juga. Saat menonton pertama kali, baru “ngeh” perihal judul yang diusung. Dan saat proofreading, akhirnya baru sadar film ini menceritakan tentang apa.

MENGANDUNG SPOILER --- BACA SETELAH KALIAN NONTON

Inti utama film ini ada di bagian ending, saat sang Suami mengatakan bahwa dirinya “AKU ADALAH AKU” perkataan terkenal di Injil saat Musa menanyakan ke “Tuhan” siapakah Dia yang berbicara kepadanya dalam perataraan api berkobar.

Dari sini segalanya menjadi jelas. Sang Penyair adalah Tuhan dan Sang Ibu adalah Bumi. Dalam bahasa Inggris, Bumi biasanya disebut Mother Earth dan dijadikan judul film ini. Katniss Everdeen, eh, Jennifer Lawrence mampu memerankan sosok istri impian, setia pada suami, baik hati, penyabar dan penyayang. Sosok yang merupakan Bumi nan indah dengan segala kelimpahannya sebelum dicemari manusia. Sosok Ibu ini juga mampu merasakan rumahnya dengan “detak jantung yang sehat”

Banyak sekali Alegori dalam film ini. Rumah kayu yang merekat tempati adalah Taman Firdaus. Sepi, tenang dan segala kebutuhan mereka tercukupi. Seorang pria yang datang menumpang (diperankan Ed Harris) adalah Adam. Meski ringkih dan sakit-sakitan, Sang Penyair begitu peduli padanya, penuh perhatian dan memenuhi segala kebutuhannya. Sempat sya pikir ini si Penyair main serong sama kakek-kakek tua yang sedang sekarat, hahaha. Sang Istri yang datang belakangan adalah Hawa (diperankan secara epik oleh sang Catwoman legendaris sepanjang masa, Michelle Pfeiffer). Wanita penuh tipu daya dan intrik.

Kristal dalam ruangan pribadi sang Penyair adalah Buah Terlarang. Sang Wanita dengan bujuk rayu berusaha masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Kristal tersebut. Sang Ibu, tentu mencegahnya karena suaminya sudah melarangnya. Namun, pada akhirnya Adamlah yang terjebak dalam rayuan mautnya. Kristal itu hancur berkeping-keping. Marah besar, Sang Penyair mengusir mereka keluar dari ruangan itu dan menyegelnya. Persis saat Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan tamannya dijaga supaya mereka tak bisa memasukinya lagi.

Dua putera Ed Harris dan Michelle adalah Kain dan Habel (Qabil dan Habil). Kakak-beradik ini bertengkar dalam rumah hingga mengakibatkan sang Kakak tewas di tangan adiknya. Darah sang kakak merupakan dosa pembunuhan pertama umat manusia. Dosa yang tak bisa hilang, darah yang terus mengalir dan berakibat pada hancurnya rumah tersebut.

Tamu-tamu yang datang berkabung merupakan umat manusia yang memenuhi Bumi. Sembrono, serampangan, semaunya sendiri dan amoral. Pada akhirnya mereka terusir akibat talang air pecah dan membanjiri seisi rumah. Perumpaan akan Nuh dan banjir besarnya.

Setelah sekian lama, keadaan tenang kembali. Sang Penyair menulis buku baru. Buku yang digandrungi jutaan penggemarnya. Sayangnya, para penggemar ini menafsirkan isi buku tersebut seenak jidatnya sendiri (paham kan maksudnya?). Berakhir dengan pengrusakan rumah. Para penggemar membuat sekte masing-masing di dalam rumah. Ada sekte gemar wanita, sekte tukang bunuh dan sekte gila pembaptisan. Sang Ibu merasakan jantung rumahnya hitam terkorupsi.

Film mendekati akhir, saat sang Ibu melahirkan seorang putera. Putera terkasih tanpa dosa dalam segala kekacauan yang dibuat manusia (Sang Penebus). Para manusia yang gila itu memberikan persembahan, seperti para Raja dari Timur.

Puncaknya, saat Sang Penyair menyerahkan putera semata wayangnya kepada para manusia. Mereka mengelu-elukannya dan membunuhnya, menjagalnya. Tubuh dan darahnya dibagikan kepada manusia yang hadir (simbol komuni, tubuh dan darah Kristus ---- ingat lo ya, jangan bigot, hanya perumpaan di sini). Namun, di sini Sang Penyair tidak marah dan malah mencari cara supaya dosa manusia ditebus karena mereka menyesal.

Sang Ibu, tentu saja marah, tapi dia malah diperlakukan tak adil, dihajar habis-habisan oleh manusia. Akhirnya, seluruh rumah hancur dan membinasakan seluruh manusia dalam api, seperti yang tertuang dalam Injil mengenai kiamat akan api, karena Tuhan berjanji tak akan membinasakan manusia dengan air lagi. Mungkin lho ya, Bumi kiamat setelah dihantam meteor atau ditembak oleh Aliyen.

Dalam abu dan akhir nan pedih itu, Sang Penyair mengungkap jati dirinya dan membangun dunia kembali, mulai dari awal. Seperti halnya Bumi yang telah mengalami berbagai macam kiamat dan kehidupan tumbuh kembali di atas abu kehidupan terdahulu.

Secara garis besar, ini film keren, bikin penasaran… Sampai menahan diri supaya ga skip ke akhir film, hahaha, supaya langsung tahu endingnya. Akting pemainnya jempolan semua. Kesabaran Ibu memang sepanjang jalan.


Rate pribadi
8/10

---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment