Tuesday, January 30, 2018

Coco (2017)

COCO (2017)
Sutradara                     Lee Unkrich
Penulis                         Lee Unkrich
Pemain                         Anthony Gonzalez, Gael Garcia Bernal
Durasi                          1 Jam 42 Menit
Rilis                             22 November 2017
Budget                         $ 200.000.000
Worldwide Gross        $ 681.516.792                  
Subtitle Rilis               30 Januari 2018
Rekues Berbayar        Fabian. A
P A Y   P E R   R E Q U E S T
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle R6 WEB-DL / HDRip / WEBRip
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle HD-TC
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle HD-TS

---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer


---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Subtitle orderan FABIAN. A terima kasih banget.

Keluarga Rivera, dihancurkan oleh musik, dikuatkan oleh sepatu. Selama beberapa generasi, mereka membenci musik dan memfokuskan diri dengan membuat sepatu. Miguel merasa dirinya berbeda dari anggota keluarga lainnya. Dia lebih menyukai musik dan secara diam-diam mempelajarinya. Pada hari "Día de los Muertos,” Miguel mencuri gitar penyanyi legendaris Meksiko, Ernesto de la Cruz. Akibatnya, Miguel terdampar di Dunia Kematian dan mendapati kenyataan yang akan merubah nasib dirinya dan juga keluarganya.

Dari premisnya, film ini menjiplak The Book Of Life (2014). Beberapa membela Pixar dan menyatakan bahwa film Coco dimulai sejak tahun 2010. Nyata, tahun itu baru sebatas ide dan sangat berbeda dari cerita di film ini. Ide awalnya lebih menyikapi bocah amerika (whitewashing banget) yang ternyata memiliki leluhur orang Meksiko. Jadi, ya, ini film ngejiplak The Book Of Life, wkwkwkwk.

Saat pemutaran di Amerika, Disney dituduh Whitewashing. Meski film bertema Meksiko, tapi tetap menyelipkan karakter kulit putih yang diwakili oleh Olaf + Frozen. Hasilnya, banyak yang protes. Protesnya kebanyakan dari anak kecil yang aslinya gila Frozen. Menurut anak-anak itu, Olaf terlalu booring dan terlalu lama, 20 menit boo. Biasanya short animated movie cuman maksimal 5 menit. Kalau dari orang dewasa, mereka menuduh Whitewashing di atas film dengan budaya hispanik Meksiko yang kental. Protes tersebut memaksa Disney mencopot “film pendek tapi panjang” Olaf dari bioskop-bioskop di Amerika Utara. Baca komen-komen di imdb lucuk banget, benar-benar bencik semua sama Olaf + Frozen.

Disney juga dituduh rakus dan tamak, mengingat logonya tikus sih. Mereka berusaha membuat trademark dengan tulisan Dia de los Muertos. Nantinya dibuat untuk penjualan souvenir. Bisa ditebak, banyak yang marah dan memelesetkan simbol tikus mickey disney. Tentu saja, Dia de los Muertos merupakan budaya Meksiko dan tidak untuk dieksploitasi dan diperjual belikan kalangan tertentu yang ujung-ujungnya bakal di klaim hak cipta (mirip kasus nama klaim merek Toraja sama orang jepun, yang hasilnya Indonesia kalah, sedih banget).

Balik ke film, film ini benar-benar kaya akan budaya Meksiko, kental banget! Mulai dari karakter, seting, musik hingga tradisi yang mereka anut. Ceritanya yang simpel ternyata bisa berakhir dengan sangat menyentuh dengan air mata berlinang. Tahu gitu, tiketnya dikasih bonus tisu. Lagu-lagunya juga mengena banget, mulai dari Remember Me dan paling favorit, Proud Corazon. Ada twist yang lumayan di film ini, meski agak-agak ketebak di awal sih.

Meski Meksiko agama Katholiknya kental dan kuat banget, tapi mereka tetap memegang teguh budaya mengagungkan nenek moyang atau leluhur. (Nah, kedua hal tersebut juga terlihat membaur di film ini) Bisa ditelusuri dari ribuan tahun yang lalu mengenai akar budaya Hari Orang Mati. Mereka membuat masakan kesukaan para leluhur yang telah meninggal, menceritakan kisah-kisah mereka dan menebar bunga dari makam sampai rumah.

Tak beda jauh dengan Indonesia, terutama Jawa dengan adat istiadat selametan memperingati mereka yang meninggal (ya, di agama Katholik di Indonesiapun ada dan difasilitasi Gereja). Juga, saat ada yang meninggal, menebar beras kuning + bunga mulai dari rumah sampai ke makam. Nah, ga beda jauh kan? Bedanya di Meksiko jauh lebih mewah sih dan jadi acara wajib kumpul-kumpul anggota keluarga.

Penggambaran kuil-kuil Maya juga ada di film ini, termasuk Alebrijes yang terpahat di Piramid Maya, Aztec sampai Inca. Seperti yang saya tulis di atas, kalau nonton film ini siap-siap tisu ya. Ga kuat banget adegan Coco nyanyi di akhir film.

Rate Pribadi
9/10

---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment