Tuesday, January 2, 2018

Geostorm (2017)

Geostorm (2017)
Sutradara                      Dean Devlin
Penulis                         Dean Devlin
Pemain                         Gerard Butler, Jim Sturgess
Durasi                          1 Jam 49 Menit
Rilis                             20 Oktober 2017
Budget                         $ 120.000.000
Worldwide Gross        $ 208.600.076                   
Subtitle Rilis               2 Januari 2018
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
Indonesia Subtitle HDRip KORSUBS
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer

---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Umat manusia di ambang kepunahan. Bumi terus mengamuk. Bencana demi Bencana berdatangan. Untuk mengatasinya, sekelompok ilmuwan di seluruh dunia, di pimpin oleh Jake, membuat jaringan satelit di angkasa yang disebut “Dutch Boy”. Satelit ini mampu mengatasi masalah cuaca yang ada di seluruh dunia. Namun, apa yang nampak seperti masa depan ideal, berubah jadi malapetakan saat seseorang berhasrat menjadi Tuhan dan mendatangkan bencana mengerikan yang disebut Geostorm.

Jika ada yang menganggap film ini khayal atau mengada-ada, rasanya tidak tepat. Teknologi terus berkembang. Dahulu, untuk bisa berkomunikasi instan dengan orang di tempat jauh, seseorang harus tapa brata, bermeditasi, puasa dalam waktu lama hanya demi memperoleh ilmu telepati. Sekarang, tinggal make hape atau internet saja, beres! Kelak, teknologi seperti film ini, bahkan lebih praktis dan efisien akan tercipta (entah pada masa itu manusia masih ada atau populasinya sudah digantikan robot).

Seperti film bencana lainnya, harus ada drama di sini. Tentu saja, drama sebagai pemanis cerita. Tak mungkin juga kita disuguhi bencana dari awal sampai akhir, bisa-bisa mati bosan penontonnya. Dramanya menengahkan hubungan kakak beradik Jake dan Max yang gonjang-ganjing. Sayang, dramanya kurang mengena.

Plot film ini juga terlalu ribet, seribet The Last Jedi. Intinya, dari Jakarta mau Ke Singapura, eh, malah lewat Jayapura – Honolulu – Alaska – New York – London – Dubai – New Delhi – Jepang, terus baru deh ke Singapura. Ribet kan !!! Semuanya demi durasi, yang seharusnya bisa kelar dalam sejam.

Efek bencananya, sudah termasuk “wah” bagi film sekelas ini. CGInya juga keren. Hampir semua bencana ada di sini, semua bencana yang pernah ditampilkan di film The Day After Tomorrow. Adegan Mega Tsunami yang menghantam Burj Khalifa saja yang memorable, meski hanya sekilas, sisanya biasa aja, kebanting sama The Day After Tomorrow yang lebih mengancam dan lebih sinematografis dengan musik latar kece dibanding film ini. Sebenarnya adegan pesawat jatuh termasuk keren, kalau tidak terlalu sering ditampilkan di trailer.

Film ini termasuk film gagal bagi Warner Bros, keuntungannya terlalu minim bagi film berbudget besar seperti ini. Pendapatan di Amerika Utara saja hanya mampu memperoleh total $33 juta. Mungkin masalahnya ada di trailer yang kurang efektif. Trailernya too much spoiler, bahkan kesan keseluruhan trailer seperti B Movie. Marketing juga kurang agresif dan tepat guna seperti IT.

Secara keseluruhan, bencana di film ini patut ditunggu.

Rate Pribadi
6/10
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment