Tuesday, February 6, 2018

The Cloverfield Paradox (2018)

The Cloverfield Paradox (2018)
Sutradara                     Julis Onah
Penulis                        Oren Uziel
Pemain                        Gugu Mbatha-Raw, David Oyelowo
Durasi                         1 Jam 42 Menit
Rilis                            4 Februari 2018
Budget                        $ 45.000.000
Worldwide Gross        Not Available                   
Subtitle Rilis               6 Februari 2018
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
*note – rilis di NETFLIX, ga bakal ada versi Blu-Ray*
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, baru bikin nih
Apalagi bagi yang penasaran penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
The Cloverfield Paradox
---- UNDUH FILM - LOGIN/DAFTAR DULU, GRATISSS !!!
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu sampai keluar tulisan “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke tempat download
---------------------------------------------------------------------
Trailer

---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Stasiun Luar Angkasa Cloverfield membawa Akselerator Shepard. Dalam penelitian berbahaya di luar angkasa, mereka berusaha menciptakan energi terbarukan demi menyelamatkan Bumi. Sayang, dalam penelitian itu, mereka merobek ruang dan waktu, membentur dimensi berbeda, melenyapkan Bumi hingga menciptakan sang monster Clover.

Tahun 2008, Cloverfield menjadi film penuh misteri, mulai dari plot, judul hingga trailer yang hampir tak menunjukkan apapun. Cloverfield juga memakai sutradara baru di kancah perfilman. Diluar dugaan, film ini menjadi sleeper hits. Bahkan, tak ada yang menduga, Cloverfield menjadi film cult dengan jutaan penggemar. Sang sutradarapun menjadi tenar sampai sekarang dengan menyutradarai film-film berkelas Hollywood.

Disusul kemudian, tahun 2016 film kedua yang berjudul 10 Cloverfield Lane dirilis ke pasaran dengan jeda waktu perilisan trailer yang mepet dan semuanya penuh kerahasiaan. Itu semua demi menggaet rasa penasaran publik. Seperti yang diharapkan, 10 Cloverfield Lane segera balik modal dan dipuji dengan sutradara baru yang handal dengan jalinan cerita intens. Film ini disebut-sebut sebagai film Cloverfield terbaik. Dan, ya, saya setuju! Ini film keren banget, sampai dibelain nonton di bioskop!

Lanjut di tahun 2016, sebuah film misterius dengan judul “palsu” God Particle tengah diproduksi. Film ini kemudian mundur untuk perilisan tahun 2017 dan beredar kabar akan jadi film ketiga Cloverfield. Tentu saja berita ini segera menjadi heboh di jagad perfilman. Semakin membuat penasaran karena tak ada kabar lanjutan, bahkan secuil fotopun tak ada yang bocor.

Sayang, penonton harus dibuat bersabar karena Paramount menunda perilisan film ini dan menawarkan haknya ke Netflix. Kembali, nasib film ini tak jelas mau dibawa kemana. Namun, saat pertunjukkan Super Bowl (yang berakhir ricuh dengan ‘white privilage’ di Philladelphia), muncul trailer sepanjang 30 detik untuk film yang akhirnya berjudul resmi The Cloverfield Paradox. Uniknya, film tersebut akan berlangsung pada malam itu juga, dua jam setelah iklannya ditayangkan pada 4 Februari 2018 (atau tanggal 5 Februari di Indonesia). Hype! Tentu saja! Beritanya mewabah di media sosial. Semuanya menantikan dan bersiap di rumah untuk menontonnya.

*mengandung SPOILER*

Seperti sebelumnya, kali ini JJ Abrams menggandeng sutradara baru, Julius Onah. Para pemainnyapun hampir tidak dikenal, kecuali jika kalian suka nonton west-series (pengecualian pada Zhang Ziyi) Ceritanya simpel, Bumi yang krisis bahan bakar, harus mencari energi alternatif lain dengan menguji alat pencipta partikel di luar angkasa. Film ini berfokus pada Gugu Mbatha-Raw yang memiliki problematika kehidupan sebelum ikut dalam misi berbahaya tersebut.

Cerita semakin seru saat mesin itu berhasil, dan malah menimbulkan Paradoks. Bumi lenyap, hilang tak berbekas! Mulai dari sini, beberapa adegan bisa tertebak, seperti adegan berantem ga perlu (ya iyalah!) Untungnya, adegan tersebut tak berlanjut sampai akhir film.

Kengerian juga mulai bermunculan, seperti adegan wanita kejepit tembok, cacing yang berpindah ke dalam tubuh (eeww) hingga tangan yang jalan sendiri! Karena tangan itu, film ini jadi tak terlalu tegang. Setidaknya banyak joke tentang tangan bertebaran di sini yang membuat saya ngakak.

Seperti yang bisa diduga, ada beberapa kematian yang tidak perlu. Benar-benar tidak perlu, tipikal film seperti ini sih, pokok harus ada yang mati. Masalahnya, kematian dalam film ini tidak membawa efek dramatis. Atau beberapa tindakan tokohnya yang terkesan serampangan dan ga masuk akal, belum lagi masalah banyaknya plot hole. Dramanya utamanya sendiri adalah konflik batin si Gugu dan dimensi lain yang menawarkan harapan baginya. Itupun masih kurang digarap dengan optimal.

Nah, seperti yang ditunggu semua makhluk yang cinta akan franchise Cloverfield yang resmi bernama “CLOVER-VERSE” --- film ini menjanjikan koneksi dengan film sebelumnya. Seperti yang diberitakan, film ini meghadirkan jembatan penghubung Cloverfield dengan 10 Cloverfield Lane. Seperti yang sudah-sudah, kita harus benar-benar jeli di sini. Beberapa ditampilkan sekilas, seperti minuman laknat Slusho atau dalam pesan sms juga beberapa perkataan yang menyinggung beberapa elemen penting di film terdahulu.

Untuk adegan kehancuran New York sendiri, berasa paling drop, mengecewakan, tidak ada kengerian berarti selain ledakan di malam hari. Dari sini kesan “low budget” kentara banget. Setidaknya penonton dibuat “teriak” dengan penampakan siluet Clover. Selebihnya, untuk kota yang hancur, terlalu sepi orang. Kesan paniknya kurang. Yah, mungkin kalo pengen rame, bisa liat lagi Cloverfield. Dan, untuk film keduanya, masih minus besar. “Jembatannya” hanya sekedar itu saja, itupun penuh plot hole seperti sinyal telepon yang entah gimana bisa masuk.

Film ini awalnya hanyalah “stand alone film” seperti 10 Cloverfield Lane dan dirombak sana-sini demi pas untuk dimasukkan dalam Clover-verse. Diantara tiga film Cloverfield, film ini memang yang paling lemah. Tapi setidaknya, semua akting pemainnya juara dengan musik latar yang keren (masih terngiang-ngiang sampai sekarang).

CGI yang ditampilkan juga lumayan bagus, pantas saja budgetnya membengkak, dari $ 5 juta menjadi $ 45 juta. Mungkin itu sebabnya, film ini dijual ke Netflix, takut ga laku di layar lebar. Dengan begitu, Paramount langsung untung besar karena dibeli lebih dari $ 50 juta, itupun mereka gak perlu repot-repot keluarin dana tambahan untuk promosi. Padahal saya ngarep banget nonton di layar lebar. Cloverfield pertama ga sempet nonton di bioskop, karena bioskop terpencil ria di sini baru nayangin 2 tahun kemudian (busedddd) itupun tayang midnit! Baru sempet nonton 10 Cloverfield Lane dan puas banget!

Singkatnya, setelah berpanjang ria di atas. Mengesampingkan semua plot hole yang ada, film ini menyenangkan bagi saya! Sumpah, apalagi masalah tangannya itu, hahaha. Dan masih tereak saat muncul “referensi” dari film sebelumnya atau hampir pingsan saat monster Clover muncul. Sulit menolak pesona monster di film ini.

Cloverfield 4 dengan judul palsu “Overlord” akan tayang pada Oktober 2018 dan semoga saja tayang di bioskop, ga usah di Netflix.

Rate Pribadi
8/10
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment